KORANNTB.com — Malaysia menetapkan keadaan darurat di Divisi Serian, Negara Bagian Sarawak, setelah kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Indonesia membuat kualitas udara di wilayah tersebut mencapai tingkat berbahaya.

Keputusan tersebut diumumkan setelah kondisi kabut asap memburuk dan indeks polusi udara mencapai level yang membahayakan kesehatan serta keselamatan masyarakat.

Dilansir Al Jazeera, Sabtu (5/9/2026), Raja Malaysia Sultan Ibrahim telah menyetujui deklarasi keadaan darurat di seluruh Divisi Serian, Sarawak, menyusul permintaan Komite Manajemen Bencana Sarawak.

Sebanyak 647 sekolah di Serian akan ditutup mulai Senin hingga setidaknya akhir pekan berikutnya. Sejumlah kantor pemerintah dan swasta, perkebunan, lokasi konstruksi, serta pertambangan juga akan ditutup, dengan hanya layanan penting yang tetap beroperasi.

Pemerintah Sarawak juga memperpanjang operasi penyemaian awan yang telah dimulai sejak Kamis. Operasi tersebut setidaknya akan berlangsung hingga Senin dengan harapan hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi kabut asap di udara.

Ketua Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak, Douglas Uggah Embas, menegaskan bahwa status darurat hanya berlaku di Divisi Serian, bukan seluruh wilayah Sarawak. Ia meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari kegiatan fisik berat.

Kabut Asap Meluas ke Negara Tetangga

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia tidak hanya berdampak pada Sarawak. Al Jazeera melaporkan, wilayah Sabah dan Semenanjung Malaysia juga mengalami dampak kabut asap dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi serupa juga dilaporkan di sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Brunei Darussalam mengalami kondisi berkabut, sementara Singapura mulai memberlakukan peringatan kabut asap harian setelah indeks kualitas udara selama 24 jam masuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut menjadi yang pertama dialami Singapura sejak 2023.

Kabut asap juga berdampak hingga Filipina. Presiden Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan penangguhan kegiatan belajar mengajar di wilayah Metro Manila serta lebih dari selusin provinsi pada Jumat (4/9/2026) akibat kondisi udara yang memburuk.

Dengan demikian, dampak kabut asap dari kebakaran di Indonesia saat ini dirasakan di sejumlah wilayah Asia Tenggara, terutama Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Filipina.

Al Jazeera menyebut kabut asap telah berlangsung selama berminggu-minggu di sebagian wilayah Malaysia. Sebelumnya, media tersebut melaporkan asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan telah menyelimuti Sarawak, serta mencapai Semenanjung Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Krisis kabut asap ini terjadi ketika kebakaran hutan dan lahan masih meluas di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi cuaca kering dan meningkatnya titik panas turut memperburuk situasi.

Kabut asap lintas batas menjadi persoalan berulang di Asia Tenggara. Asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia dapat terbawa angin menuju negara-negara tetangga, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan, aktivitas pendidikan, transportasi, hingga kegiatan ekonomi.

Al Jazeera, yang dalam laporan tersebut menghimpun informasi dari AFP, AP, dan Reuters, menyebut kondisi saat ini sebagai salah satu episode kabut asap serius yang melanda kawasan Asia Tenggara.