KORANNTB.com – Peralihan musim dari hujan ke kemarau di NTB menyebabkan cuaca yang tidak menentu. Hujan lebat dan intens sering mengguyur beberapa hari belakangan ini hingga sangat berbahaya saat berada di laut atau sungai.

Sejumlah insiden terjadi selama peralihan musim di NTB. Pada Sabtu sore, 25 April 2026 seorang anak berusia 11 tahun ditemukan meninggal tenggelam di dam sungai Desa Ketangga, Kecamatan Suela, Lombok Timur.

Korban ditemukan sekitar 2 meter di lokasi pusaran air tempat dia pertama menghilang.

Koordinator Pos SAR Kayangan, M. Darwis mengimbau agar orangtua selalu mengawasi anak-anak mereka.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih waspada dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar aliran sungai atau dam, mengingat arus dan kondisi medan yang bisa berbahaya sewaktu-waktu,” ujarnya.

Sebelumnya juga seorang balita berusia 4 tahun di Perumahan Rinjani Permai, Rancak, Praya, Lombok Tengah, hanyut di selokan pada Kamis (23/4/2026) sore. Dia hanyut dan dinyatakan hilang saat mandi di aliran selokan tersebut.

Berdasarkan kronologis, korban terakhir terlihat bermain di sekitar rumahnya bersama teman-temannya saat hujan. Menjelang waktu Magrib, korban tidak lagi terlihat dan kemudian dinyatakan hilang.

Ada juga dua warga Lombok Barat (Gerung dan Lembar) hilang saat bermain paddle di perairan Gili Trawangan. Korban terbawa arus hingga memasuki jalur ALKI (jalur lintasan kapal besar) dan berupaya mengayuh saat arus mengarah ke tenggara hingga akhirnya ditemukan oleh nelayan setempat.

Beruntung kedua korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Ada juga insiden yang menimpa seorang pemuda berusia 25 tahun meninggal terseret arus di Air Terjun Tiu Bombong, Desa Pendua, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Deretan insiden tersebut kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu mewaspadai dampak dari perubahan musim, di mana kondisi aliran sungai dan laut sangat rawan terjadinya arus.

Insiden seperti ini kerap terjadi setiap tahun di perubahan musim. Jika kondisi hujan yang intens setiap harinya, seharusnya hindari bepergian di daerah yang rawan bencana air tersebut.