Organ Tunggal di Dompu Berujung Saling Bacok

KORANNTB.com – Gara-gara kesalahpahaman saat menyaksikan hiburan organ tunggal di Desa Pekat, Kabupaten Dompu, dua pria terlibat saling bacok.

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, mengatakan kedua pria  mengalami luka cukup serius karena saling bacok pada Senin, 3 Februari 2020 dini hari.

“Perkelahian yang menyebabkan  kedua laki-laki bernama Suwandi (40) warga Desa Kempo, Kecamatan Kempo, Kabupaten  Dompu dan Suherman (45) warga Desa Soro, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu dilatarbelakangi kesalahpahaman antar keduanya,” katanya.

Link Banner

Dijelaskan bahwa kejadian tersebut berawal dari adanya kegiatan organ tunggal malam yang diadakan Junaidin Madi (50) warga Desa Soritatanga, Kecamatan Pekat di halaman rumahnya tepatnya di Pinggir Pantai Dusun Soritatanga.

Saat malam sudah mulai larut  sekitar pukul 01.00 Wita, Suwandi saat itu menegur Suherman yang sedang berjoget untuk turun dari atas panggung. Mendengar teguran dari Suwandi membuat Suherman malah menjadi emosi dan melakukan pemukulan terhadap Suwandi. Dia kemudian mengeluarkan pisau belati dan menusuk ke leher Suwandi hingga menyebabkan leher Suwandi terluka.

Merasa jiwanya terancam akhirnya Suwandi mengeluarkan sebilah parang kemudian menebas Suherman dan menyebabkan Suherman mengalami luka tebas pada bagian bahu kanan.

Kapolsek Pekat Ipda Abdul Malik memerintahkan personel Polsek Pekat untuk langsung menuju  TKP mengamankan perkelahian antar keduanya dan membawa keduanya ke Puskesmas Calabai dan Rumah Sakit Pratama Manggelewa.

Pihak Polsek Pekat juga mengimbau para pengunjung organ tunggal untuk membubarkan diri. Diketahui bahwa acara organ tunggal tersebut tidak disertai dengan izin keramaian dari pihak kepolisian maupun pemberitahuan kepada pihak desa.

“Langkah selanjutnya Kapolsek mendatangi keluarga dari keduanya dan mengimbau kepada kedua belah pihak untuk sama-sama meredam emosi dan mempercayakan penyelesaiannya kepada pihak Kepolisian untuk dicarikan solusi yang terbaik, sehingga permasalahan tidak meluas  guna terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif,” kata Artanto. (red)

Foto: Ilustrasi

Link Banner
Link Banner