TKW Lombok Sering Dicaci Majikan, Dua Pelaku TPPO Diciduk Polda

KORANNTB.com – Nurhalimah (29 tahun) tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Suralaga, Lombok Timur terpaksa kabur dari rumah majikannya dan meminta perlindungan di KBRI Ankara Turki. Dia sering mendapat perlakuan kasar majikan.

Nurhalimah sering sekali dicaci maki dan mendapatkan perlakuan kasar dari majikannya. Pada 21 Desember 2020, korban meminta perlindungan KBRI untuk dipulangkan ke Indonesia.

Tidak hanya itu, Nurhalimah juga merupakan korban penipuan tekong yang mengirim dirinya. Korban sebelumnya dijanjikan bekerja di Abu Dhabi dengan gaji Rp4 juta sebulan. Namun justru dikirim ke Turki.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat, Komisaris Besar Polisi Hari Brata, mengatakan dua tekong yang mengirim korban telah ditangkap polisi. Satu lagi masih menjadi daftar pencarian orang (DPO).

“Kita menangkap dua DPO. Satu ditangkap di Lombok, satu lagi di Jakarta,” ujarnya di Polda NTB, Selasa, 23 Februari 2021.

Dua tekong yang ditangkap adalah Ahmad Basri (41 tahun) asal Lombok Timur dan Herman Saputra Rafiudin (44) asal Ciracas, Jakarta Timur.

“Satu berinisial KM (Kamarudin) masih berstatus DPO dan saat ini dalam pengejaran,” katanya.

Para pelaku juga memotong uang saku yang seharusnya menjadi hak korban. Uang perjalanan yang harus diterima korban sebesar Rp2,5 juta. Tapi nyatanya pelaku memberikan uang hanya Rp1,5 juta.

“Selain dikirim bukan ke negara yang dijanjikan, uang fee untuk korban juga dipotong,” ujarnya.

Dua pelaku tindak pidana perdagangan orang atau TPPO dijerat pasal 10 dan atau pasal 11 junto pasal 4 undang-undang nomor 22 tahun 2007 tentang TPPO. (red)

BACA:  Puluhan Calon TKW Ilegal Diamankan di Jakarta, NTB Terbanyak