Puluhan Sapi Mati di Bima, UPT Peternakan Madapangga Lakukan Vaksinasi

Oleh: Sarwanudin

KoranNTB.com – Berdasarkan hasil pendataan kami, pada tahun 2018 kemarin sedikitnya 62 ekor sapi dan kerbau di Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima yang mati disebabkan oleh penyakit SE (Septicemia Epizootica).

Itu jumlah yang berhasil diidentifikasi, karena tidak sedikit juga sapi dan kerbau yang mati disebabkan penyakit tersebut yang tidak terdata oleh petugas dan tidak dilaporkan oleh pemiliknya. Kasus yang paling banyak terjadi di Woro, Monggo dan Campa. Tiga tahun terakhir ketiga desa tersebut memiliki riwayat serangan SE yang grafiknya cenderung meningkat sehingga sangat mengkhawatirkan.

Penyakit SE (Septicemia Epizootica) atau ngorok (dalam bahasa Bima disebut Tagere) disebabkan oleh bakteri Pasteurella Multocida, bakteri tersebut kalau sudah berada pada suatu wilayah tidak akan mati apabila lingkungan tidak dijaga kebersihannya. Karena sebagian besar ternak masyarakat kita dilepasliarkan maka sangat berpotensi terjangkiti penyakit yang sangat ganas dan mematikan ini,  satu-satunya jalan yang terbukti paling tepat mengantisipasi penyakit SE adalah melalui vaksinasi.

Untuk itu, kami dari UP Peternakan Kecamatan Madapangga mulai hari senin 17 Juni hingga Selasa, 23 Juli 2019 (sesuai dengan jadwal yang sudah dikirim ke desa-desa) akan melakukan vaksinasi SE dan antraks serta pengkartuan ternak dalam wilayah Kecamatan Madapangga.

Mohon kerja sama dan bantuan masing-masing pemerintah desa untuk memaksimalkan sosilisasi dan himbauan kepada masyarakat agar mengikutsertakan ternaknya dalam program tersebut.

Surat Pembaca dan opini dapat dikirim pada email kami koranntbcom@gmail.com
Link Banner